Jelajah Sukabumi 2015

Komunitas pecinta seni, warisan budaya bangsa dan peninggalan-peninggalan sejarah melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) mengajak sahabat-sahabat LOH berkunjung keSitu Gunung kota Sukabumi untuk menjelajahi kawasan di dataran tinggi ini. Peserta Jelajah akan diajak untuk mengamati dan mengapresiasi peninggalan-peninggalan bersejarah, rumah-rumah ibadah berbagai agama yang ada di Indonesia di Sukabumi, menikmati bentang alam danau nan hijau berhawa sejuk di kaki pegunungan, serta menambah perbendahaaran cita rasa kuliner kota Sukabumi. Tour ini akan menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta, karena semakin membuka wawasan akan pentingnya memajukan kerukunan antar umat beragama, serta memperoleh banyak kearifan masa lalu yang dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran hidup untuk menjalani masa depan.

Kota Sukabumi terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango pada ketinggian ±584 m di atas permukaan laut rata-rata, dengan suhu maksimum 29°C. Kota ini terletak 120 km sebelah selatan Jakarta dan 96 km sebelah barat Bandung, dan wilayahnya berada di sekitar timur laut wilayah Kabupaten Sukabumi serta secara administratif wilayah kota ini seluruhnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.

Nama Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen, yang bermakna bahwa pada kawasan yang memiliki udara sejuk dan nyaman ini membuat orang-orang suka bumen-bumen atau menetap. Penjelasan lai nyang lebih masuk akal adalah bahwa nama “Sukabumi” berasal dari bahasa Sansekerta suka, “kesenangan, kebahagiaan, kesukaan” dan bhumi, “bumi”. Jadi “Sukabumi” artinya “bumi kesukaan”.

Di awal abad keduapuluh sebelum berstatus kota, Sukabumi hanyalah dusun kecil bernama “Goenoeng Parang” (sekarang Kelurahan Gunungparang) lalu berkembang menjadi beberapa desa seperti Cikole atau Parungseah. Lalu pada 1 April 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente (Kotapraja) dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.

Selanjutnya pada 1 Mei 1926, Mr. G.F. Rambonnet diangkat menjadi Burgemeester. Pada masa inilah dibangun Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, gereja Kristen; Pantekosta; Katholik; Bethel; HKBP; Pasundan, pembangkit listrik Ubrug; centrale (Gardu Induk) Cipoho, Sekolah Polisi Gubermen yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Islam tradisionil Gunung Puyuh.
Nama Soekaboemi sebenarnya telah ada sebelum hari jadi Kota Sukabumi yaitu 13 Januari 1815. Kota yang saat ini berluas 52,46 Km² ini mendapatkan namanya dari seorang ahli bedah bernama Dr. Andries de Wilde menamakan Soekaboemi. Perlu diketahu Andris de Wilde ini juga adalah seorang Preanger Planter (kopi dan teh) yang bermukim di Bandoeng. Bekas rumah tinggal dan gudang kopinya sekarang dijadikan Kantor Pemkot Bandung.

Awalnya ia mengirim surat kepada kawannnya Pieter Englhard mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengganti nama Cikole (berdasar nama sungai yang membelah kota Sukabumi) dengan nama Soekaboemi 13 Januari 1815. Sejak itulah Cikole resmi menjadi Soekaboemi. Namun, bukan berarti hari jadi Kota Sukabumi jatuh pada tanggal tersebut.

Pada kenyataannya sejarah Sukabumi telah terjadi jauh sebelumnya. Pada tahun 1709 Gubernur Van Riebek mengadakan inspeksi ke kebun kopi di Cibalagung (Bogor), Cianjur, Jogjogan, Pondok Kopo, dan Gunung Guruh Sukabumi. Inilah salah satu alasan dibangunnya jalur lintasan kereta-api yg menghubungkan Soekaboemi dengan Buitenzorg dan Batavia di bagian barat dan Tjiandjoer dan Bandoeng di timur. Saat itu, de Wilde adalah pembantu pribadi Gubernur Jenderal Daendels dan dikenal sebagai tuan tanah di Jasinga Bogor.

Di kota Sukabumi bisa ditemukan bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda, termasuk stasiun kereta api yang menjadi titik awal dan berakhir wisata sejarah ini dan Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Bung Syahrir. Di hari pertama peserta akan diajak menikmati kawasan wisata alam seluas 100 hektar di kawasan yang termasuk Taman Nasional Gede Pangrango. Di dalamnya terdapat senuah danau kecil buatan seluas 6 hektar yang dibangun dalam 7 hari, yaitu Situ Gunung. Peserta wisata sejarah ini juga akan diajak untuk mengunjungi sejumlah rumah ibadah yang mampu meneguhkan sikap kewarganegaraan kita akan pentingnya menjaga semangat kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Yuk kita rame-rame bergabung dalam tur istimewa yang terbatas ini.

“Jelajah Sukabumi 2015 : 1. Lingkungan Hidup, 2. Rumah Ibadah, 3. Bangunan Bersejarah”

Hari/ Tgl : Sabtu & Minggu, 9 & 10 Mei 2015
Waktu keberangkatan : Sabtu/ 9 Mei 2015 pukul 07:55 WIB
Lokasi : Stasiun Kereta Api Paledang – Bogor (200 meter di seberang Stasiun Bogor)

Susunan Acara:

Sabtu/ 9 Mei 2015
07:55 – 09:59 Berangkat menuju Sukabumi dari stasiun Paledang Bogor menggunakan KA Pangrango
10:00 – 10:15 Registrasi ulang di Stasiun Sukabumi
10:20 – 10:45 Sarapan di Bubur Bunut
11:00 – 11:45 Mengunjungi Vihara Widhi Sakti
11:45 – 12:15 Perjalanan menuju Situ Gunung
12:15 – 13:15 Makan siang di Saung Hegar, Situ Gunung
13:15 – 16:30 Mengunjungi Situ Gunung
17:00 – Check-in ke hotel dan istirahat, acara bebas

Minggu/ 10 Mei 2015
07:00 – 07:30 Sarapan di Hotel
07:30 – 08:00 Melihat Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Bung Syahrir
08:10 – 08:45 Mengunjungi Pura Giri Wira Dharma
08:45 – 09:15 Mengunjungi Pusat Oleh-Oleh Khas Sukabumi
10:00 – 10:45 Mengunjungi Mesjid Agung Kota Sukabumi
10:55 – 11:30 Mengunjungi Gereja Sidang Kristus
11:45 – 12:15 Mengunjungi Gereja Katolik St. Joseph
12:15 – 14:00 Ishoma di Rumah Makan khas Sunda dan acara bebas
14:00 – 14:20 Menuju Stasiun Sukabumi
14:20 – 15:45 Acara bebas di Stasiun Sukabumi (photo hunting)
15:45 – 17:48 Perjalanan pulang ke Bogor
18:00 Kembali ke Jakarta, acara Jelajah Sukabumi 2015 berakhir

* Acara dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

Registrasi HANYA Rp 550.000,- (Lima ratus lima puluh ribu rupiah)**, termasuk :
1. Tour Guide
2. Tiket masuk dan perizinan
3. ID Card
4. Sinopsis
5. Transportasi selama di Sukabumi
6. Penginapan di hotel
7. Makan sesuai program (1x brunch, 1x breakfast di hotel, 2x lunch)

Biaya Jelajah TIDAK termasuk:
1. Tiket KA jurusan Bogor ke Sukabumi pp
2. Dinner di acara bebas pada Sabtu malam tanggal 9 Mei 2015

Catatan PENTING:
1. Peserta membeli sendiri tiket KA jurusan Bogor ke Sukabumi pp.
2. Segera lakukan pembelian tiket karena tiket dapat dibeli pada H-90, atau peserta akan kehabisan tiket.
3. Pembelian tiket online dilakukan dari aplikasi KAI Access, atau melalui agen-agen perjalanan atau minimarket IndoMaret, dan dicetak sendiri tiketnya di stasiun KA besar.
4. Harga tiket KA Pangrango jurusan Bogor ke Sukabumi: Eksekutif Rp 60.000,-, Ekonomi AC Rp 25.000,-.
5. Harga tiket KA Siliwangi jurusan Sukabumi ke Bogor Rp 60.000,-, Ekonomi AC Rp 25.000,-.

Info Lebih Lanjut :
Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Amel Gunawan 08128220770
Putu Dinar 081314007607

DAFTAR SEKARANG…! Peserta terbatas hanya untuk 14 (empat belas) orang peserta.

Pembayaran melalui transfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
Misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp.550.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813-1400-7607 (Putu) / 0818-724483 (Adjie).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Sukabumi 2015”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subyek “Jelajah Sukabumi 2015”.

Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Rabu, 6 Mei 2015.

Ketentuan untuk para peserta:

– Memakai pakaian yang sopan dan tidak mengenakan celana pendek, rok pendek atau legging karena akan memasuki rumah ibadah.
– Memakai alas kaki yang nyaman karena akan membuka sepatu di kompleks rumah ibadah.
– Membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.
– Membawa baju hangat.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & have fun.

Follow us on twitter @loveourheritage

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *