Jelajah Depok – Dulu dan Kini 2016

Komunitas pecinta seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang menjalankan misinya melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) kembali mengadakan rangkaian wisata sejarahnya. Kali ini melalui “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” pada hari Sabtu tanggal 30 April 2016.

Ada sejumlah pertanyaan tentang Depok semisal, “Dari mana asal kata Depok?”, “Ada apa di Depok??”, “Kenapa disebut Pondok Cina?” dan lain-lain. Semua akan terjawab melalui wisata sejarah kali ini.

Depok yang terletak di tengah-tengah perjalanan antara kota Jakarta dan kota Bogor ternyata menyimpan sejarah masa lalunya yang belum banyak disadari atau diketahui oleh warga. Letak Depok yang stategis dengan dihubungkan oleh jalur kereta api Jabodetabek dan lalu-lintas jalan raya maupun jalan tol dari beberapa titik kota Jakarta maupun Bogor seolah mempertegas posisi penting Depok sejak masa lalu hingga kini.

Di masa lalu Depok merupakan wilayah kerajaan Hindu Pajajaran yang menghubungkan ibukota kerajaan di Pakuan (Bogor) melalui sungai Ciliwung dengan pelabuhan laut utama kerajaan di Kalapa (Sunda Kelapa) di teluk Jakarta. Pada penghujung abad ke 17 seorang saudagar dan mantan pejabat tinggi VOC bernama Cornelis Chastelein membeli sebidang tanah yang luas di Depok dan menjadikannya tanah pertanian yang makmur. Beliau menjadi tuan tanah di daerah otonomi di Depok yang mendapat pengakuan dari Kerajaan Belanda. Keberadaan daerah otonomi Depok menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah kota Depok kini. Keluarga masyarakat Depok telah memperingati hari jadinya yang ke-300 pada tanggal 28 Juni 2014. Ada banyak kegiatan yang telah dilakukan untuk merayakan peristiwa monumental ini di Depok.

Seluruh peserta tur bertajuk “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” akan diajak mengembangkan imajinasi dengan menjelajahi peninggalan-peninggalan sejarah Depok dimulai dari kunjungan ke Rumah Tua Pondok Cina yang pernah menjadi The Old House Coffee di halaman depan kompleks mall Margo City, mengunjungi rumah tua besar bekas milik janda Gubernur Jenderal van de Para di dalam kompleks pemancar RRI Cimanggis, mengunjungi rumah kediaman Presiden terakhir Depok, mengunjungi RS Harapan Depok yang dahulunya pernah berdiri Gemeente Bestuur, menyusuri jalan Pemuda yang dahulunya merupakan pusat kota Depok, mengunjungi Gereja Immanuel, mengunjungi kantor Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein, menyaksikan jembatan Panus yang bersejarah dan memegang peranan penting dalam lalu-lintas antar wilayah di Depok dengan kota Batavia dan Buitenzorg, serta mengunjungi makam (Kerkhof) dua belas kaum keluarga masyarakat Depok dan Vietbal Veld (lapangan sepak bola) yang pernah mengharumkan prestasi Depok di bidang olah raga di masa lalu.

Peserta “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” dapat berinteraksi dengan para pelaku sejarah Depok yaitu para keturunan langsung marga-marga Depok yang menjadi ahli waris Cornelis Chastelein. Selama mengikuti tur ini, bagi peserta akan disediakan kendaraan bus berAC yang mengantar dari satu lokasi ke lokasi bersejarah lainnya di kota Depok, dengan rincian perjalanan sebagai berikut:

08:00 – 08:30 Registrasi ulang di sekitar The Old House Cofee – mall Margo City
08:30 – 09:00 The Old House “Pondok Cina”
09:00 – 09:30 Perjalanan menuju Rumah CImanggis
09:30 – 10:15 Rumah Cimanggis
10:15 – 10:45 Menuju Rumah Presiden Depok
10:45 – 11:15 Rumah Presiden terakhir Depok dan RS Harapan Depok
11:15 – 11:30 Menyusuri Jantung Depok Lama
11:30 – 12:00 Gereja GPIB Immanuel
12:00 – 12:30 Kunjungan ke Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC)
12:30 – 12:35 Menuju Jembatan Panus
12:35 – 12:45 Menyusuri Jembatan Panus
12:45 – 13:45 Makan siang prasmanan istimewa dengan menu khas keluarga Depok di rumah Tante Thea
13:45 – 14:10 Menuju Kerkhof dan Vietbal Veld
14:10 – 14:30 Mengunjungi Kerkhof dan Vietbal Veld
14:30 – Tur berakhir

***Rute dan waktu dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan.

Tur ini TERBATAS hanya untuk 50 Orang!! Harga Tur Rp 200.000,- termasuk ID-card, Sinopsis Tur, Tour-guide, snack pagi, air minum dalam kemasan, kendaran bus berAC selama tur di Depok, paket makan siang prasmanan istimewa dan quiz berhadiah.

Untuk pendaftaran dan info, silakan menghubungi:
Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Amel Gunawan 08128220770
Putu Dinar 081314007607
Margaretha Sazzcha 082122493485

DAFTAR SEKARANG…! Peserta Terbatas untuk 50 Orang.

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp 200.000,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0818-724483.
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Depok 2016”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subjek “Jelajah Depok 2016”.

Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Jumat, 22 April 2016.

Ketentuan untuk para peserta:
– Memakai pakaian yang sopan.
– Memakai alas kaki yang nyaman.
– Membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & Have Fun!!

Follow us on twitter @loveourheritage

THANK YOU.

www.loveourheritage.org
FB group: LOVE OUR HERITAGE
@loveourheritage

Peserta “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” dapat mencapai Depok dengan menggunakan beberapa moda transportasi, di antaranya:
1. Kereta Api KRL Commuter Line menuju stasiun Pondok Cina:
a. Dari stasiun Kota (jam keberangkatan 06:41 dan 07:53), stasiun Juanda (jam 06:50 dan 07:02), stasiun Manggarai (jam 07:01 dan 07:13), stasiun Tebet (jam 07:05 dan 07:17), stasiun Duren Kalibata (jam 07:11 dan 07:23)
b. Dari stasiun Tanah Abang (jam 06:36 atau 07:07) dan stasiun Sudirman (jam 06:43 dan 07:14),
c. Dari stasiun Bogor (jam 06:50 dan 07:00);

2. Menggunakan bus Patas atau angkot turun di Detos / Margo City, yaitu:
Bus Patas AC Mayasari Bakti nomor 81 dari Kalideres (lewat Komdak dan Pancoran), Bus Patas AC Debora dari Kalideres (lewat jalan Panjang, Pondok Indah Mall, tol JORR dan Lenteng Agung, Patas Non AC PPD nomor 54 dari Grogol (lewat Komdak dan Pancoran),

3. Menggunakan bus sedang regular: bus Debora dari terminal Lebak Bulus (lewat tol JORR dan Lenteng Agung), bus Miniarta dari Pasar Minggu;

4. Menggunakan angkot jenis kijang warna coklat nomor 04 dari Pasar Minggu (lewat Lenteng Agung) angkot jenis kijang warna merah nomor T19 dari Kampung Rambutan (lewat Lenteng Agung) dan angkot jenis kijang warna biru nomor 112 dari Kampung Rambutan (lewat jalan Raya Bogor dan Kelapa Dua);

5. Kendaraan pribadi dari arah Pondok Indah, Pasar Minggu dan Kampung Rambutan melalui Tanjung Barat dan Lenteng Agung.

 

Thank You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *