FAQ

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa itu Love Our Heritage (LOH)?

Sebelumnya dalam menjalankan kegiatan, kami hanya menyebut diri kami sebagai “sekelompok individu peduli”. Namun setelah event pertama tgl 2 Mei 2010, kami merasa sudah saatnya menamakan diri supaya ke depannya lebih mudah bagi kami untuk mencari data dan supaya lebih mudah dipanggil. Kenapa pakai kalimat “Love Our Heritage”? Karena kami ingin sesuatu yang simple, mudah diingat, dan memang sesuai sasaran dan target kerja kami.

Kami awalnya bertemu karena hobi yang sama: berwisata sejarah. Biasanya bersama Komunitas Jelajah Budaya.

2. Kapan dibentuk dan apa saja kegiatannya? Apakah tujuannya? Apakah hanya terbatas pada bangunan?

LOH terbentuk di awal Mei 2010. Selama tahun 2010, program utama kami adalah “Save the O.G.Khouw Mausoleum” yang punya subprogram misalnya “Bakti Royong Musoleum O.G. Khouw”, “Friends of the O.G.Khouw Mausoleum”, sosialisasi heritage dengan murid-murid SD di kawasan Petamburan dan lain-lain.

Bakti royong musoleum O.G. Khouw sudah pernah kami laksanakan pada:

  1. 2 Mei 2010
  2. 6 Juni 2010
  3. 10 Juli 2010
  4. 17 Oktober 2010
  5. 14 November 2010
  6. 5 Desember 2010

Untuk Friends of the O.G. Khouw Mausoleum, 20 Juni 2010 yang lalu kami mengadakan soft launching (open house) di kawasan Musoleum dengan acara-acara menarik: tur makam, foto langsung jadi, penjualan merchandise, makan hasil bumi, high tea dengan musik jadoel dan musik Belanda, juga ada pembacaan kartu tarot. Jadi walaupun di kuburan, suasananya sangat fun.

Musoleum sendiri keadaannya sekarang sudah relatif jauh lebih bersih dari sebelumnya dan sudah lebih aman karena telah dipasangi pintu, tapi masih ada beberapa aspek yang belum bisa kami cover karena masih dalam proses penggalangan dana, misalnya: bagian kubah musoleum yang masih harus dibersihkan (karena tidak terjangkau tangga sederhana), saluran lubang peresapan, ventilasi, akar-akar tanaman beringin yang tumbuh pada bangunan musoleum, keindahan taman, papan informasi, dan lain-lain. Itu baru dari segi fisik, tapi kami tidak mau berhenti cuma pada fisiknya saja. Kami juga ingin merangkul masyarakat sekitar supaya punya kepedulian yang sama.

Bulan Agustus lalu kami mengadakan buka puasa bersama dengan para petugas dan warga masyarakat yang tinggal dan bermatapencaharian di sekitar TPU Petamburan. Acara ini kami laksanakan untuk beramahtamah, bersilaturahmi, dan pelan-pelan menumbuhkan kesadaran mereka.

Sosialisasi untuk anak-anak SD kami adakan pertama kali pada Kamis, 21 Oktober untuk siswa/i kelas 4 dan 6 SD Lemuel 1 yang lokasinya persis di seberang TPU Petamburan. Kunjungan ke-2 bersama siswa/i kelas 3 dan kelas 5 SD Lemuel 1 dilakukan pada Kamis, 18 November 2010. anak-anak SD ini adalah mereka yang sering datang ke TPU untuk bermain-main sepulang sekolah. jadi menurut kami, ini sasaran yang tepat sekali. juga supaya rasa cinta, peduli, dan bakti itu bisa ditumbuhkan mulai dari usia dini. kami adakan sharing, tur makam, dan sesi-sesi interaktif yang selain belajar sejarah, bisa membangkitkan kreativitas mereka juga.

Selain itu kami juga tengah bersinergi dengan Kantor Filateli Jakarta. Sebagai langkah awal, kami mengadakan wisata sejarah (tur) dengan tema “Kantor Pos dari Masa ke Masa”Minggu, 7 November 08:00 – 13:00. Rutenya berawal dari Kantor Pos Kota Tua (taman Fatahillah), menuju pasar baru naik kereta api. di pasar baru kita akan berkunjung ke Kantor Pos Pasar Baru dan Kantor Filateli Jakarta. Tujuannya supaya masyarakat terutama kaum muda mudi bisa melihat kembali bagaimana sejarah dan perkembangan kemajuan komunikasi di Indonesia. karena masih dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda dan juga menyambut Hari Pahlawan, nanti akan ada acara keakraban dengan tema persatuan yang sangat seru.

jadi, sesuai namanya “heritage”, kita tidak fokus cuma ke bangunan saja. visi kami adalah:

  1. melestarikan budaya, peninggalan sejarah dan kesenian Indonesia dengan tindakan nyata
  2. mengembangkan rasa peduli dan cinta terhadap peninggalan sejarah, seni, dan budaya tanah air kepada lingkungan sekitar kita

3. Apa yang mendorong kalian untuk terjun dalam kegiatan ini?

Oke, sebenarnya asalan awal kami berbakti royong di musoleum adalah semata-mata karena perasaan tidak tega melihat musoleum kotornya minta ampun.

pertama kali Amelia dan Ferry ke sana, pertengahan 2009 bersama dengan komunitas Sahabat Museum. saat itu Ferry penasaran ingin melihat isinya bunker musoleum itu seperti apa. tapi karena saat itu sedang banjir, kami tidak bisa masuk. kami ke sana lagi mengajak teman-teman lainnya di bulan November 2010. sewaktu ingin masuk ke dalam bunker, tiba-tiba saja ada pasangan muda mudi yang terbirit-birit keluar karena ketawan lagi asik-asikan berduaan di dalam. selain itu, bunker waktu itu lumpurnya betul-betul tebal. kotor, bau, banyak sampah, tidak ada lampu, tidak ada pintu. istilahnya: tempatnya luar biasa bagus dan megah, tapi kondisinya sangat mengenaskan.

sepulang dari situ, amelia kirim e-mail ke teman-teman: kita bersihin aja yuk musoleumnya. beruntung sekali karena semua teman ternyata menyambut baik dan antusias. jadilah kami semua bersatu hati sekarang terlibat di komunitas ini. tiap personel tim punya peran penting dan keahlian masing-masing, jadi kami selalu saling menguatkan. di luar kegiatan komunitas pun kami berteman baik, sudah seperti satu keluarga.

4. Sudah berapa LOH berdiri?

dari sejak kali kedua kami ke musoleum (November 2010), kami mulai perencanaan dan meeting-meeting awal itu di Maret 2010. Nama LOH sendiri tercetus di tanggal 8 Mei 2010.

5. Bagaimana dengan sikap pemerintah? Apa tidak berbuat apa-apa?

di Love Our Heritage sendiri, kami pernah mendapat respon baik dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Pak Arie Budhiman. sekarang ini masih dalam tahap follow up karena mereka menyatakan mau turut membantu program “Save the O.G. Khouw Mausoleum” ini.

di satu sisi memang kita sebagai warga negara tidak bisa terus menyalahkan pemerintah, menuntut dan komplain saja. kalau kita mau sesuatu berubah, kita harus jadi perubahan itu sendiri. sudah terlalu sering dan banyak orang komplain dan membanding-bandingkan negara kita dengan negara tetangga, tapi perubahan tidak akan terjadi hanya dengan komplain saja. makanya, kami di LOH merasa sudah seharusnyalah kami melakukan tindakan nyata.

di lain pihak, pemerintah juga harusnya tahu supaya heritage bisa tumbuh menjadi sebuah kekuatan, harus didukung oleh banyak faktor. misalnya: infrastruktur, pendidikan, pemasaran, jaringan dengan kekuatan ekonomi/ sosial lainnya, keamanan, dan lain-lain. dan semuanya itu baru mungkin tercapai kalau pemerintah mau serius campur tangan. sebenarnya kita tidak kekurangan orang pintar, cuma sepertinya kita kekurangan orang yang punya rasa cinta (tanah air) saja.

6. Komunitas atau organisasi apa saja yang sudah pernah menjalin kerjasama dengan LOH selama ini?

Taman Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Kantor Filateli Jakarta, Pos Indonesia, Azanaya, SD Lemuel 1 (Petamburan), Greenpeace Indonesia, Kucuran Ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *