Jelajah Yogyakarta & Solo 2014

Link

foto stasiun yogyakarta

Komunitas pecinta seni, warisan budaya bangsa dan peninggalan-peninggalan sejarah melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) mengajak sahabat-sahabat LOH menutup seri Jelajah tahun 2014 dengan kegiatan kunjungan apresiasi terhadap seni, budaya dan sejarah ke kota Yogyakarta dan Solo. Yaitu “Jelajah Yogyakarta & Solo 2014”.

Peserta “Jelajah Yogyakarta & Solo 2014” akan diajak untuk mengamati dan mengapresiasi peninggalan-peninggalan bersejarah, museum, rumah ibadah, pentas sendratari kelas dunia serta situs peninggalan peradaban yang merupakan interaksi alam dan manusia, sambil menambah wawasan kuliner khas di sana. Tour ini akan menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta, karena semakin membuka wawasan akan pentingnya memajukan dan memuliakan kebudayaan, serta memperoleh banyak kearifan masa lalu yang dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran hidup untuk menjalani masa depan.

Yuk kita bergabung dalam tur istimewa ini bersama komunitas Love Our Heritage (LOH).

“Jelajah Yogyakarta & Solo 2014”

Hari/ Tgl : Jumat – Minggu, 12 – 14 Desember 2014
Waktu : 07.30 – 12.00 WIB
Lokasi : Meeting point di Stasiun Kereta Api Tugu, Yogyakarta.

Susunan Acara:

Hari 1: Jumat, 12 Desember 2014
07:30 – 08:00 Registrasi ulang di Stasiun Tugu, Yogyakarta
08:00 – 08:30 Perjalanan menuju basecamp wisata Merapi tour dan Kaliurang
08:30 – 10:00 Wisata Merapi tour
10:00 – 10:15 Perjalanan ke Museum Ullen Sentalu
10:15 – 11:30 Kunjungan di Museum Ullen Sentalu
11:30 – 12:15 Shalat Jumat di mesjid terdekat
12:30 – 14:00 Makan siang di Restoran jeJamuran
14:00 – 15:00 Perjalanan ke Wisata Ratu Boko
15:00 – 17:00 Kunjungan di Wisata Ratu Boko
17:00 – 18:00 Check in ke hotel
18:30 – 21:00 Makan malam heritage di Bale Raos Royal Cuisine Restaurant

 Hari 2: Sabtu, 13 Desember 2014
07:00 – 09:00 Perjalanan menuju kota Solo
09:00 – 10:30 Kunjungan ke Museum Batik Danar Hadi
10:30 – 12:00 Kunjungan ke Keraton Kasunanan Solo
12:00 – 13:00 Makan siang khas Solo
13:00 – 14:30 Kunjungan ke tempat ibadah Tridharma “Tien Kok Sie” – Pasar Gedhe
15:00 – 16:00 Mengunjungi pusat oleh-oleh khas Solo
16:00 – 18:00 Perjalanan menuju Prambanan
18:00 – 19:00 Makan malam khas Prambanan
20:00 – 22:00 Menonton Prambanan Ramayana Ballet (PATA Gold Award Winner 2012 : Preserved the Tradition Javanese Culture)

Hari 3: Minggu, 14 Desember 2014
08:00 – 09:30 Kunjungan ke Keraton Yogyakarta
09:30 – 11:30 Free program di Malioboro
12:00 Check out hotel, Jelajah berakhir

* Acara dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

Biaya Jelajah HANYA Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah saja)/pax.

Jelajah termasuk:
1. Penginapan hotel AC 1 kamar 2 orang
2. Transportasi minibus wisata AC
3. Makan sesuai itinerary 7x (D1: B/L/D, D2: B/L/D, D3: B)
4. Tiket masuk obyek seni/budaya/sejarah
5. Air minum dalam kemasan

Jelajah tidak termasuk:
1. Transportasi ke/dari Yogyakarta
2. Pengeluaran pribadi
3. Optional Wisata Merapi menggunakan Jeep Wisata (1 jeep 4 peserta)
4. Perlengkapan dan obat-obatan pribadi
5. Tipping

Terms & Conditions:
1. Peserta minimal 10 pax, maksimal 15 pax
2. Jadwal acara dapat berubah sesuai kondisi lapangan
3. First in, first serve

Pendaftaran:
1. Pendaftaran berikut pembayaran tahap I berupa down payment (DP) sebesar 50% (Rp 500.000,-).
2. Pelunasan / pembayaran tahap II paling lambat hari Jumat tanggal 5 Desember 2014.
3. Pendaftaran peserta dan pembayaran tidak dapat dibatalkan atau dikembalikan namun dapat dialihkan ke peserta lain (pengganti).

Pembayaran:
1. Pembayaran melalui transfer ke:
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
Misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp 1.000.698,-

 Konfirmasi:
Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0815 8551 0698 (Amelia).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Jogja Solo 2014”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subjek “Jelajah Jogja Solo 2014”.

Info Lebih Lanjut :

Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Putu Dinar 081314007607

Fb Link : https://www.facebook.com/events/1509220686031137/?fref=ts


DAFTAR SEKARANG…! Peserta terbatas untuk 15 orang.

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
 Misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp 1.000.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0815 8551 0698 (Amelia).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Jogja Solo 2014”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subjek “Jelajah Jogja Solo 2014”.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & have fun.

Follow us on twitter @loveourheritage

THANK YOU.

Jelajah Spiritual Places @ Tangerang 2014

Gallery

This gallery contains 3 photos.

Setelah sukses menyelenggarakan seri Jelajah Spiritual Places @ Passer Baroe di Jakarta sejak tahun 2011, komunitas pecinta seni, warisan budaya bangsa dan peninggalan-peninggalan sejarah melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) mengajak sahabat-sahabat LOH menjelajahi kota Tangerang dalam tajuk “Jelajah … Continue reading

“Jelajah Stasiun KA ke Stasiun KA 2014” Sabtu, 11 Oktober 2014

Featured

Sahabatstasiun jatinegara-sahabat, masih ingat dengan lirik lagu ini? “Naik kereta api. Tut tut tut! Siapa hendak ikut? Ke Bandung, Surabaya………”. Penggalan lagu ini pernah menjadi sangat akrab di telinga anak-anak Indonesia. Lalu tahukah para sahabat bahwa jaringan Kereta Api listrik di Jakarta telah mengangkut sekitar 650.000 penumpang setiap harinya? Yuk ikuti paragraf selanjutnya.

Komunitas pecinta seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang menjalankan misinya melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) kembali mengadakan rangkaian wisata sejarahnya. Kali ini melalui “Jelajah Stasiun KA ke Stasiun KA 2014” pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2014.

Dalam tour istimewa ini peserta akan diajak menembus waktu ke belakang, mengembangkan imajinasi akan masa lalu, menjelajahi serta menyaksikan sejumlah stasiun Kereta Api bersejarah yang hingga kini masih dipergunakan menumpang KRL CommuterLine yang dioperasikan oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek, anak perusahaan PT. Kereta Api Indonesia. Peserta juga akan menyaksikan salah satu titik pandang terbaik dari ketinggian kota Jakarta yang mencakup Monumen Nasional (Monas), Mesjid Istiqlal dan menara Gereja Katedral di stasiun Juanda.

Jelajah Stasiun ke Stasiun KA 2014 ini diselenggarakan hanya dua minggu setelah peringatan Hari Kereta Api ke 69 dengan tujuan agar masyarakat mengenal lebih dekat sejarah perkeretaapian Indonesia, layanan dan bangunan-bangunan stasiun heritage maupun stasiun fungsional yang ada di kota Jakarta. Selain itu masyarakat juga bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah lainnya yang ada di sekitar stasiun yang dilalui.

Dalam wisata sejarah “Jelajah Stasiun KA ke Stasiun KA 2014” ini seluruh peserta akan menumpang kereta api KRL CommuterLine dengan rincian sebagai berikut:

07:30 – 08:30 Registrasi ulang di Stasiun KA Jakarta Kota
08:30 – 09:00 Mengunjungi Stasiun Jakarta Kota
09:00 – 09:10 Menuju Stasiun Juanda
09:10 – 09:30 Stasiun Juanda (melihat Mesjid Istiqlal, Monas dan Gereja Katedral)
09:30 – 09:40 Menuju Stasiun Gondangdia
09:40 – 10:30 Mengunjungi dan melihat arsitektur Mesjid Cut Meutia
10:30 – 10:45 Menuju Stasiun Manggarai
10:45 – 11:15 Mengunjungi Stasiun Manggarai
11:15 – 11:30 Menuju Stasiun Jatinegara
11:30 – 12:00 Mengunjungi Stasiun Jatinegara
12:00 – 13:00 ISHOMA di Stasiun Jatinegara
13:30 – 13:15 Menuju Stasiun Pasar Senen
13:15 – 13:45 Mengunjungi Stasiun Pasar Senen
13:45 – 14:00 Menuju Stasiun Kampung Bandan
14:00 – 14:15 Mengunjungi Stasiun Kampung Bandan
14:15 – 14:30 Menuju Stasiun Jakarta Kota
14:30 – Perjalanan berakhir di Stasiun Jakarta Kota

***Rute dan waktu dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan.

Tur ini TERBATAS hanya untuk 50 Orang!! Harga Tur Rp 100.000,- termasuk ID-card, Sinopsis Tur, tourguide, snack pagi, air minum dalam kemasan, paket makan siang dan quiz berhadiah.

Untuk pendaftaran dan info, silakan menghubungi:
Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Amel Gunawan 08128220770
Putu Dinar 081314007607

DAFTAR SEKARANG…! Peserta Terbatas untuk 50 Orang.

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp.100.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0815 8551 0698 (Amelia).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Stasiun 2014”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subjek “Jelajah Stasiun 2014”.

Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Rabu, 8 Oktober 2014.

Ketentuan untuk para peserta:

– Dresscode: warna putih (boleh kemeja, kaos berleher atau T-Shirt), bawahan bebas.
– Memakai alas kaki yang nyaman.
– Membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & Have Fun!!

Follow us on twitter @loveourheritage

THANK YOU.

Jelajah Depok – Dulu dan Kini 2016

Aside

Komunitas pecinta seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang menjalankan misinya melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) kembali mengadakan rangkaian wisata sejarahnya. Kali ini melalui “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” pada hari Sabtu tanggal 30 April 2016.

Ada sejumlah pertanyaan tentang Depok semisal, “Dari mana asal kata Depok?”, “Ada apa di Depok??”, “Kenapa disebut Pondok Cina?” dan lain-lain. Semua akan terjawab melalui wisata sejarah kali ini.

Depok yang terletak di tengah-tengah perjalanan antara kota Jakarta dan kota Bogor ternyata menyimpan sejarah masa lalunya yang belum banyak disadari atau diketahui oleh warga. Letak Depok yang stategis dengan dihubungkan oleh jalur kereta api Jabodetabek dan lalu-lintas jalan raya maupun jalan tol dari beberapa titik kota Jakarta maupun Bogor seolah mempertegas posisi penting Depok sejak masa lalu hingga kini.

Di masa lalu Depok merupakan wilayah kerajaan Hindu Pajajaran yang menghubungkan ibukota kerajaan di Pakuan (Bogor) melalui sungai Ciliwung dengan pelabuhan laut utama kerajaan di Kalapa (Sunda Kelapa) di teluk Jakarta. Pada penghujung abad ke 17 seorang saudagar dan mantan pejabat tinggi VOC bernama Cornelis Chastelein membeli sebidang tanah yang luas di Depok dan menjadikannya tanah pertanian yang makmur. Beliau menjadi tuan tanah di daerah otonomi di Depok yang mendapat pengakuan dari Kerajaan Belanda. Keberadaan daerah otonomi Depok menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah kota Depok kini. Keluarga masyarakat Depok telah memperingati hari jadinya yang ke-300 pada tanggal 28 Juni 2014. Ada banyak kegiatan yang telah dilakukan untuk merayakan peristiwa monumental ini di Depok.

Seluruh peserta tur bertajuk “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” akan diajak mengembangkan imajinasi dengan menjelajahi peninggalan-peninggalan sejarah Depok dimulai dari kunjungan ke Rumah Tua Pondok Cina yang pernah menjadi The Old House Coffee di halaman depan kompleks mall Margo City, mengunjungi rumah tua besar bekas milik janda Gubernur Jenderal van de Para di dalam kompleks pemancar RRI Cimanggis, mengunjungi rumah kediaman Presiden terakhir Depok, mengunjungi RS Harapan Depok yang dahulunya pernah berdiri Gemeente Bestuur, menyusuri jalan Pemuda yang dahulunya merupakan pusat kota Depok, mengunjungi Gereja Immanuel, mengunjungi kantor Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein, menyaksikan jembatan Panus yang bersejarah dan memegang peranan penting dalam lalu-lintas antar wilayah di Depok dengan kota Batavia dan Buitenzorg, serta mengunjungi makam (Kerkhof) dua belas kaum keluarga masyarakat Depok dan Vietbal Veld (lapangan sepak bola) yang pernah mengharumkan prestasi Depok di bidang olah raga di masa lalu.

Peserta “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” dapat berinteraksi dengan para pelaku sejarah Depok yaitu para keturunan langsung marga-marga Depok yang menjadi ahli waris Cornelis Chastelein. Selama mengikuti tur ini, bagi peserta akan disediakan kendaraan bus berAC yang mengantar dari satu lokasi ke lokasi bersejarah lainnya di kota Depok, dengan rincian perjalanan sebagai berikut:

08:00 – 08:30 Registrasi ulang di sekitar The Old House Cofee – mall Margo City
08:30 – 09:00 The Old House “Pondok Cina”
09:00 – 09:30 Perjalanan menuju Rumah CImanggis
09:30 – 10:15 Rumah Cimanggis
10:15 – 10:45 Menuju Rumah Presiden Depok
10:45 – 11:15 Rumah Presiden terakhir Depok dan RS Harapan Depok
11:15 – 11:30 Menyusuri Jantung Depok Lama
11:30 – 12:00 Gereja GPIB Immanuel
12:00 – 12:30 Kunjungan ke Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC)
12:30 – 12:35 Menuju Jembatan Panus
12:35 – 12:45 Menyusuri Jembatan Panus
12:45 – 13:45 Makan siang prasmanan istimewa dengan menu khas keluarga Depok di rumah Tante Thea
13:45 – 14:10 Menuju Kerkhof dan Vietbal Veld
14:10 – 14:30 Mengunjungi Kerkhof dan Vietbal Veld
14:30 – Tur berakhir

***Rute dan waktu dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan.

Tur ini TERBATAS hanya untuk 50 Orang!! Harga Tur Rp 200.000,- termasuk ID-card, Sinopsis Tur, Tour-guide, snack pagi, air minum dalam kemasan, kendaran bus berAC selama tur di Depok, paket makan siang prasmanan istimewa dan quiz berhadiah.

Untuk pendaftaran dan info, silakan menghubungi:
Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Amel Gunawan 08128220770
Putu Dinar 081314007607
Margaretha Sazzcha 082122493485

DAFTAR SEKARANG…! Peserta Terbatas untuk 50 Orang.

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp 200.000,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0818-724483.
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Depok 2016”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subjek “Jelajah Depok 2016”.

Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Jumat, 22 April 2016.

Ketentuan untuk para peserta:
– Memakai pakaian yang sopan.
– Memakai alas kaki yang nyaman.
– Membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & Have Fun!!

Follow us on twitter @loveourheritage

THANK YOU.

www.loveourheritage.org
FB group: LOVE OUR HERITAGE
@loveourheritage

Peserta “Jelajah Depok – Dulu dan Kini” dapat mencapai Depok dengan menggunakan beberapa moda transportasi, di antaranya:
1. Kereta Api KRL Commuter Line menuju stasiun Pondok Cina:
a. Dari stasiun Kota (jam keberangkatan 06:41 dan 07:53), stasiun Juanda (jam 06:50 dan 07:02), stasiun Manggarai (jam 07:01 dan 07:13), stasiun Tebet (jam 07:05 dan 07:17), stasiun Duren Kalibata (jam 07:11 dan 07:23)
b. Dari stasiun Tanah Abang (jam 06:36 atau 07:07) dan stasiun Sudirman (jam 06:43 dan 07:14),
c. Dari stasiun Bogor (jam 06:50 dan 07:00);

2. Menggunakan bus Patas atau angkot turun di Detos / Margo City, yaitu:
Bus Patas AC Mayasari Bakti nomor 81 dari Kalideres (lewat Komdak dan Pancoran), Bus Patas AC Debora dari Kalideres (lewat jalan Panjang, Pondok Indah Mall, tol JORR dan Lenteng Agung, Patas Non AC PPD nomor 54 dari Grogol (lewat Komdak dan Pancoran),

3. Menggunakan bus sedang regular: bus Debora dari terminal Lebak Bulus (lewat tol JORR dan Lenteng Agung), bus Miniarta dari Pasar Minggu;

4. Menggunakan angkot jenis kijang warna coklat nomor 04 dari Pasar Minggu (lewat Lenteng Agung) angkot jenis kijang warna merah nomor T19 dari Kampung Rambutan (lewat Lenteng Agung) dan angkot jenis kijang warna biru nomor 112 dari Kampung Rambutan (lewat jalan Raya Bogor dan Kelapa Dua);

5. Kendaraan pribadi dari arah Pondok Indah, Pasar Minggu dan Kampung Rambutan melalui Tanjung Barat dan Lenteng Agung.

 

Thank You

Workshop Asyik Membuat Tempe 2016

Aside

tempe super 1Sahabat LOH, bulan Februari selalu menjadi Ajang Asyik bagi komunitas LOH bersama Sahabat-sahabatnya. Meski masih merupakan puncak curah musim hujan, namun bulan Februari selalu cocok untuk beraktifitas in-door dalam bentuk aneka workshop. Jika melihat beberapa tahun ke belakang, maka bulan Februari selalu berisi kegiatan Membatik Asyik, entah itu di MuseumTekstil – Jakarta, Kampung Batik Palbatu – Tebet Jakarta Selatan maupun Batik Bogor Tradisiku – Bogor. Kali ini masih tentang keunikan dan kebesaran bangsa Indonesia, khususnya dari budaya Jawa, komunitas LOH mengajak para Sahabat LOH untuk melaksanakan Workshop Asyik Membuat Tempe 2016 di kota Bogor. 

Bogor yang terletak 60 Km di selatan kota Jakarta adalah sebuah kota yang selalu dinamis, baik dalam hal kegiatan budaya maupun dalam hal kebendaan dari masa lalu. Kota Bogor telah menjadi pusat Distro terdekat dengan kota Jakarta. Kota Bogor juga menjadi pusat kuliner pilihan terdekat dengan kota Jakarta yang mudah dicapai dalam waktu singkat. Salah satu mutiara budaya bangsa yang telah menunjukkan pesonanya adalah produksi Tempe Super dari kawasan Taman Cimanggu, Bogor. Di tempat pembuatan Tempe Super kita akan melihat cara memproduksi tempe secara bersih dan benar.

 

Pakar tempe dari Universitas Gajah Mada, ibu Mary Astuti mengungkapkan bahwa kacang kedelai tercatat di Serat Sri Tanjung dari abad XII dan XIII yang ditulis sebagai “kadele”. Juga terungkap bahwa dalam Serat Chentini dicatat perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang sempat mampir di Tembayat/ Klaten dan oleh Pangeran Bayat lalu dijamu dengan lauk-lauk seadanya berupa tempe. Dalam buku The Book of Tempeh, Doktor Sastroamijoyo menyatakan bahwa tempe telah ada lebih dari 2000 tahun. Pada awalnya ada pembuatan sejenis kecap dari Cina menggunakan jamur Aspergillus oryzae. Namun sesuai ikim Jawa yang panas dan lembab maka digunakanlah ragi tempe dari jamur Rhizopus untuk memproduksi tempe.

 

Tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang mengikat biji-biji kedelai membetuk tekstur memadat. Tempe sebagai produk fermentasi melawan radikal bebas, menghambat proses penuaan, mencegah penyakit degenerative (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi dan sejenisnya), mengandung zat anti bakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, mengandung vitamin B complex yang kaya, vitamin A, D, E dan K, kaya mineral zat besi, zat tembaga dan zink, maupun kaya antioksidan. Inilah makanan sehat berbasis bioteknologi produksi dari budaya Jawa yang sangat terkenal hingga ke seluruh dunia. Tempe telah mejadi asupan gizi berharga bagi para konsumen berbasis vegetarian, maupun mereka yang sedang mejalani diet khusus maupun sebagai makanan harian.

 

1. Penasaran ingin melihat cara membuat tempe yang mengutamakan prinsip-prinsip kebersihan dan secara baik?

 

2. Ingin menjadi saksi, pembelajar dan penerima inspirasi dari para pelaku produksi tempe yang bersih dan bermutu baik?

 

3. Penasaran ingin menyaksikan dan mengunjungi rumah sehat Tempe Super yang diproduksi di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan bagaimana mereka menjalankan usahanya?

 

Yuk kita bergabung dalam tur spesial ini dan jadilah penyelamat warisan kuliner budaya bangsa, pembelajar kearifan para pelaku usaha produksi temped an ikut membantu meningkatkan gizi masyarakat dengan pola makan yang sederhana namun telah mempesona dunia.
“ Workshop Asyik Membuat Tempe 2016“

Hari/ Tgl : Sabtu, 13 Februari 2016
Waktu : 07:30 -13:00 WIB
Lokasi : Meeting point di Rumah Sehat TEMPE SUPER

Jl. Tanjung Sari Blok P7/16

Taman Cimanggu, Bogor
Susunan Acara:

07.30 – 08.30 Registrasi ulang di Rumah Sehat TEMPE SUPER
08.30 – 09.00 Pengantar menuju Tempe dan teknologinya
09.00 – 11.00 Hand-on workshop membuat tempe di bawah bimbingan praktisi

11.00 – 12.00 Diskusi dan tanya-jawab seputar tempe
12.00 – 13.00 Makan siang bersama dengan menu istimewa tempe

13.00 – selesai Acara berakhir
* Acara dapat berubah sesuai kondisi di lapangan

Registrasi HANYA Rp 120.000,- (seratus dua puluh ribu rupiah saja!)**, termasuk :
1. Tour Guide

2. Perizinan-perizinan
3. PIN ID Card
4. Sinopsis
5. Snack pagi dan air minum dalam kemasan

6. Makan siang

Info Lebih Lanjut :

Adjie Hadipriawan 0818-724483/ 021-98992030
Putu Dinarti 0813-14007607
Amel Gunawan 0812-8220770

DAFTAR SEKARANG…! Peserta Terbatas untuk 25 Orang !!

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp 120.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0818 724 483 (Adjie).
b. E-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Workshop Asyik Membuat Tempe 2016”
c. Kirimkan fb message ke fb grup kami dengan subjek “Workshop Asyik Membuat Tempe 2016”.

Pendaftaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Rabu, 10 Februari 2016.

Ketentuan untuk para peserta:

– Memakai pakaian yang sopan dan nyaman untuk beraktifitas workshop.
– Disarankan memakai alas kaki yang nyaman untuk walking tour.

– Disarankan untuk membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan dan SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah LOVE OUR HERITAGE.
PETUNJUK PERJALANAN

 

Bagi peserta yang menuju Bogor naik KRL CommuterLine, sangat disarankan naik KRL pada jadwal paling pagi. Setiba di Stasiun Bogor, jika beruntung masih bisa bertemu dengan para panitia dari komunitas Love Our Heritage (LOH) disekitar outlet Dunkin Donut yang berseragam kaos warna orange, sehingga bisa bersama-sama menuju Rumah Sehat Tempe Super. Bila anda tidak ada teman menuju Tempe Super, perlahan jalan keluar stasiun Bogor ke arah Taman Topi. Di sana carilah Angkot warna hijau nomor 12, tanyakan kepada sopirnya apakah itu angkot nomor 12 yang ke jurusan Taman Cimanggu yang lewat Pabuaran? Penumpang harus bertanya ke sopir Taman Cimanggi lewat Pabuaran. Jika jawabannya “ya”. Maka naiklah angkot tersebut dengan durasi kalau pagi hari sekitar 20-30 menit, minta turun di Masjid Darussalam. Lalu masuk ke Jalan Tanjung 8 (Jalan Puspa Pesona) sampai ketemu pertigaan dengan Jalan Tanjung 7 (Jalan Tanjung Sari). Ongkos angkot Rp 4.000,- sekali jalan per orang. Nomor hp Tempe Super 0856-91381615 atau 0813-15609464 atau 0877-70580423. Atau hubungi ke nomor hp panitia.

 
Let’s check it out together & Have Fun!!

Follow us on twitter @loveourheritage

Terima kasih.

Jelajah Cikini – Menteng 2015

KunskringJelajah Cikini – Menteng 2015

Waktu : Sabtu, 8 Agustus 2015 jam 8:30am – 2:00pm

Lokasi : Museum Juang 45 – Kantor Pos Cikini – Ex Gedung Bank Industri Negara / Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Mandiri – Mesjid Cut Meutia – Tugu Kunstkring Paleis / Kunstkring Art Gallery (ex Gedung Imigrasi/ Buddha Bar) – Museum Jenderal Besar DR. AH. Nasution – Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Tempat berkumpul : Museum Gedung Juang 45 – Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat

Komunitas pecinta seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang menjalankan misinya melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) kembali mengadakan rangkaian wisata sejarahnya kali ini melalui “Jelajah Cikini – Menteng” pada hari sabtu tanggal 8 Agustus 2015.
Dari sebuah kantor bernama de Bouwploeg (Boplo) di sekitar Van Heutz Plein yang merupakan kantor pengembang kawasan perumahan Menteng pembangunan kota vila pertama di Jakarta (dulu Batavia) dilakukan mulai tahun 1910 sampai tahun 1918. Proyek perumahan Menteng ini pun dinamakan Nieuw Gondangdia dan menempati lahan seluas 73 Ha sebagai kota yang terintegarsi dengan suburban lain yang terpenuhi semua kebutuhan perumahan untuk kehidupan yang layak. Perancangnya adalah tim arsitek yang dipimpin oleh P.A.J. Mooijen, seorang arsitek Belanda yang merupakan anggota tim pengembang yang dibentuk pemerintah kota Batavia. Rancangan Mooijen dimodifikasi oleh F.J. Kubatz dengan mengubah tata jalan dan penambahan taman-taman hingga mencapai bentuk yang tetap antara 1920an dan 1930an.
Terdapat sejumlah bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Nieuw Gondangdia yang masih bisa kita saksikan kemegahannya hingga kini, dan beberapa di antaranya akan kita kunjungi di antaranya: 1. Museum Juang 45, 2. Kantor Pos Cikini, 3. Ex Gedung Bank Industri Negara/ Ban Pembangunan Indonesia (Bapindo) – Bank Mandiri, 4. Mesjid Cut Meutia, 5. Gedung ex- Imigrasi/ Buddha Bar (Tugu Kunstkring Paleis yang terdapat Art Gallery di dalamnya), 6. Museum Jenderal Besar DR. AH. Nasution, 7. Taman Situ Lembang dan 8. Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Selama mengikuti tur ini, peserta akan diajak melakukan walking tour dari satu lokasi ke lokasi bersejarah lainnya dikawasan Cikini dan Mentang, dengan rincian perjalanan sebagai berikut:

07:30 – 08:00 Registrasi ulang di Museum Joang 45
08:00 – 08:30 Museum Joang 45
08:30 – 08:45 Perjalanan menuju Gedung Bank Mandiri melewati Kantor Pos Cikini
08:45 – 09:15 Kunjungan ke Gedung Ex Bank Industri Negara / Bapindo – Bank Mandiri
09:15 – 09:25 Perjalanan ke Masjid Cut Meutia
09:25 – 09:55 Kunjungan ke Masjid Cut Meutia
09:55 – 10:10 Perjalanan menuju Tugu Kunstkring Paleis
10:10 – 10:40 Kunjungan ke Tugu Kunstkring Paleis
10:40 – 10:55 Perjalanan menuju Museum Jenderal Besar DR. AH. Nasution
10:55 – 11:25 Kunjungan ke Museum Jenderal Besar DR. AH. Nasution
11:25 – 11:45 Perjalanan menuju Museum Perumusan Naskah Proklamasi (melewati Taman Situ Lembang)
11:45 – 12:15 Kunjungan ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi
12:15 – 13:00 Istirahat, Makan Siang & Quiz Berhadiah
13:00 Acara beakhir

***Rute dan waktu dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan.

Tur ini TERBATAS hanya untuk 30 orang!! Harga Tur Rp 100.000,- termasuk ID-card, Sinopsis Tur, Tour-guide, tiket masuk, snack pagi, air minum dalam kemasan, makan siang dan quiz berhadiah.

Untuk pendaftaran dan info, bisa menghubungi:
Adjie Hadipriawan 0818-724483
Putu Dinarti 0813-14007607
Amel Gunawan 08128220770

Pendaftaran ditutup pada saat peserta yang telah melunasi biaya tur mencapai 30 orang. Bergegaslah mendaftar untuk menjadi peserta tetap tur dan mendapat pengalaman bersejarah tentang Jelajah Cikini – Menteng 2015.

Pembayaran dilakukan sebelum tur, selambat-lambatnya pada H-3 via transfer ke:
rekening BCA 521 500 7780
a.n. Amelia Devina

———————————————————————————–
Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813-1400-7607 (Putu) / 0818-724483 (Adjie).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Cikini Menteng 2015”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subyek “Jelajah Cikini Menteng 2015”.

———————————————————————————–
Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Rabu, 5 Agustus 2015.

Ketentuan untuk para peserta:

– Memakai pakaian yang sopan dan tidak mengenakan celana pendek, rok pendek atau legging karena akan memasuki rumah ibadah.
– Memakai alas kaki yang nyaman karena akan membuka sepatu di kompleks rumah ibadah dan museum.
– Membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. Seluruh keuntungan dari tur ini akan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial dan konservasi terhadap seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diselenggarakan oleh komunitas Love Our Heritage (LOH).

www.loveourheritage.org
FB group: LOVE OUR HERITAGE
@loveourheritage

Jelajah Sukabumi 2015

Komunitas pecinta seni, warisan budaya bangsa dan peninggalan-peninggalan sejarah melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) mengajak sahabat-sahabat LOH berkunjung keSitu Gunung kota Sukabumi untuk menjelajahi kawasan di dataran tinggi ini. Peserta Jelajah akan diajak untuk mengamati dan mengapresiasi peninggalan-peninggalan bersejarah, rumah-rumah ibadah berbagai agama yang ada di Indonesia di Sukabumi, menikmati bentang alam danau nan hijau berhawa sejuk di kaki pegunungan, serta menambah perbendahaaran cita rasa kuliner kota Sukabumi. Tour ini akan menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta, karena semakin membuka wawasan akan pentingnya memajukan kerukunan antar umat beragama, serta memperoleh banyak kearifan masa lalu yang dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran hidup untuk menjalani masa depan.

Kota Sukabumi terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango pada ketinggian ±584 m di atas permukaan laut rata-rata, dengan suhu maksimum 29°C. Kota ini terletak 120 km sebelah selatan Jakarta dan 96 km sebelah barat Bandung, dan wilayahnya berada di sekitar timur laut wilayah Kabupaten Sukabumi serta secara administratif wilayah kota ini seluruhnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.

Nama Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen, yang bermakna bahwa pada kawasan yang memiliki udara sejuk dan nyaman ini membuat orang-orang suka bumen-bumen atau menetap. Penjelasan lai nyang lebih masuk akal adalah bahwa nama “Sukabumi” berasal dari bahasa Sansekerta suka, “kesenangan, kebahagiaan, kesukaan” dan bhumi, “bumi”. Jadi “Sukabumi” artinya “bumi kesukaan”.

Di awal abad keduapuluh sebelum berstatus kota, Sukabumi hanyalah dusun kecil bernama “Goenoeng Parang” (sekarang Kelurahan Gunungparang) lalu berkembang menjadi beberapa desa seperti Cikole atau Parungseah. Lalu pada 1 April 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente (Kotapraja) dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.

Selanjutnya pada 1 Mei 1926, Mr. G.F. Rambonnet diangkat menjadi Burgemeester. Pada masa inilah dibangun Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, gereja Kristen; Pantekosta; Katholik; Bethel; HKBP; Pasundan, pembangkit listrik Ubrug; centrale (Gardu Induk) Cipoho, Sekolah Polisi Gubermen yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Islam tradisionil Gunung Puyuh.
Nama Soekaboemi sebenarnya telah ada sebelum hari jadi Kota Sukabumi yaitu 13 Januari 1815. Kota yang saat ini berluas 52,46 Km² ini mendapatkan namanya dari seorang ahli bedah bernama Dr. Andries de Wilde menamakan Soekaboemi. Perlu diketahu Andris de Wilde ini juga adalah seorang Preanger Planter (kopi dan teh) yang bermukim di Bandoeng. Bekas rumah tinggal dan gudang kopinya sekarang dijadikan Kantor Pemkot Bandung.

Awalnya ia mengirim surat kepada kawannnya Pieter Englhard mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengganti nama Cikole (berdasar nama sungai yang membelah kota Sukabumi) dengan nama Soekaboemi 13 Januari 1815. Sejak itulah Cikole resmi menjadi Soekaboemi. Namun, bukan berarti hari jadi Kota Sukabumi jatuh pada tanggal tersebut.

Pada kenyataannya sejarah Sukabumi telah terjadi jauh sebelumnya. Pada tahun 1709 Gubernur Van Riebek mengadakan inspeksi ke kebun kopi di Cibalagung (Bogor), Cianjur, Jogjogan, Pondok Kopo, dan Gunung Guruh Sukabumi. Inilah salah satu alasan dibangunnya jalur lintasan kereta-api yg menghubungkan Soekaboemi dengan Buitenzorg dan Batavia di bagian barat dan Tjiandjoer dan Bandoeng di timur. Saat itu, de Wilde adalah pembantu pribadi Gubernur Jenderal Daendels dan dikenal sebagai tuan tanah di Jasinga Bogor.

Di kota Sukabumi bisa ditemukan bangunan-bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda, termasuk stasiun kereta api yang menjadi titik awal dan berakhir wisata sejarah ini dan Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Bung Syahrir. Di hari pertama peserta akan diajak menikmati kawasan wisata alam seluas 100 hektar di kawasan yang termasuk Taman Nasional Gede Pangrango. Di dalamnya terdapat senuah danau kecil buatan seluas 6 hektar yang dibangun dalam 7 hari, yaitu Situ Gunung. Peserta wisata sejarah ini juga akan diajak untuk mengunjungi sejumlah rumah ibadah yang mampu meneguhkan sikap kewarganegaraan kita akan pentingnya menjaga semangat kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Yuk kita rame-rame bergabung dalam tur istimewa yang terbatas ini.

“Jelajah Sukabumi 2015 : 1. Lingkungan Hidup, 2. Rumah Ibadah, 3. Bangunan Bersejarah”

Hari/ Tgl : Sabtu & Minggu, 9 & 10 Mei 2015
Waktu keberangkatan : Sabtu/ 9 Mei 2015 pukul 07:55 WIB
Lokasi : Stasiun Kereta Api Paledang – Bogor (200 meter di seberang Stasiun Bogor)

Susunan Acara:

Sabtu/ 9 Mei 2015
07:55 – 09:59 Berangkat menuju Sukabumi dari stasiun Paledang Bogor menggunakan KA Pangrango
10:00 – 10:15 Registrasi ulang di Stasiun Sukabumi
10:20 – 10:45 Sarapan di Bubur Bunut
11:00 – 11:45 Mengunjungi Vihara Widhi Sakti
11:45 – 12:15 Perjalanan menuju Situ Gunung
12:15 – 13:15 Makan siang di Saung Hegar, Situ Gunung
13:15 – 16:30 Mengunjungi Situ Gunung
17:00 – Check-in ke hotel dan istirahat, acara bebas

Minggu/ 10 Mei 2015
07:00 – 07:30 Sarapan di Hotel
07:30 – 08:00 Melihat Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta dan Bung Syahrir
08:10 – 08:45 Mengunjungi Pura Giri Wira Dharma
08:45 – 09:15 Mengunjungi Pusat Oleh-Oleh Khas Sukabumi
10:00 – 10:45 Mengunjungi Mesjid Agung Kota Sukabumi
10:55 – 11:30 Mengunjungi Gereja Sidang Kristus
11:45 – 12:15 Mengunjungi Gereja Katolik St. Joseph
12:15 – 14:00 Ishoma di Rumah Makan khas Sunda dan acara bebas
14:00 – 14:20 Menuju Stasiun Sukabumi
14:20 – 15:45 Acara bebas di Stasiun Sukabumi (photo hunting)
15:45 – 17:48 Perjalanan pulang ke Bogor
18:00 Kembali ke Jakarta, acara Jelajah Sukabumi 2015 berakhir

* Acara dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

Registrasi HANYA Rp 550.000,- (Lima ratus lima puluh ribu rupiah)**, termasuk :
1. Tour Guide
2. Tiket masuk dan perizinan
3. ID Card
4. Sinopsis
5. Transportasi selama di Sukabumi
6. Penginapan di hotel
7. Makan sesuai program (1x brunch, 1x breakfast di hotel, 2x lunch)

Biaya Jelajah TIDAK termasuk:
1. Tiket KA jurusan Bogor ke Sukabumi pp
2. Dinner di acara bebas pada Sabtu malam tanggal 9 Mei 2015

Catatan PENTING:
1. Peserta membeli sendiri tiket KA jurusan Bogor ke Sukabumi pp.
2. Segera lakukan pembelian tiket karena tiket dapat dibeli pada H-90, atau peserta akan kehabisan tiket.
3. Pembelian tiket online dilakukan dari aplikasi KAI Access, atau melalui agen-agen perjalanan atau minimarket IndoMaret, dan dicetak sendiri tiketnya di stasiun KA besar.
4. Harga tiket KA Pangrango jurusan Bogor ke Sukabumi: Eksekutif Rp 60.000,-, Ekonomi AC Rp 25.000,-.
5. Harga tiket KA Siliwangi jurusan Sukabumi ke Bogor Rp 60.000,-, Ekonomi AC Rp 25.000,-.

Info Lebih Lanjut :
Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Amel Gunawan 08128220770
Putu Dinar 081314007607

DAFTAR SEKARANG…! Peserta terbatas hanya untuk 14 (empat belas) orang peserta.

Pembayaran melalui transfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
Misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp.550.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813-1400-7607 (Putu) / 0818-724483 (Adjie).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Sukabumi 2015”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subyek “Jelajah Sukabumi 2015”.

Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Rabu, 6 Mei 2015.

Ketentuan untuk para peserta:

– Memakai pakaian yang sopan dan tidak mengenakan celana pendek, rok pendek atau legging karena akan memasuki rumah ibadah.
– Memakai alas kaki yang nyaman karena akan membuka sepatu di kompleks rumah ibadah.
– Membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.
– Membawa baju hangat.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & have fun.

Follow us on twitter @loveourheritage

Terima kasih.

Jelajah Jatinegara Part 2, 2015

Jelajah Jatinegara Part 2 2015

Sahabat LOH, di bulan April 2015 LOH kembali mengadakan kegiatan jalan-jalan menjelajahi kota Jakarta tercinta. Walking tour kali ini kita akan menjelajahi kawasan perbatasan Kota Jakarta Selatan dan Kota Jakarta Timur, tepatnya ke kawasan Bukit Duri dan Kampung Pulo yang menyimpan permata-permata kuliner rakyat bahkan ada yang telah mencapai 3 generasi, kawasan para survivors para keluarga-keluarga yang mampu beradaptasi terhadap kerasnya hidup di kawasan bencana banjir di bantaran Kali Ciliwung, menyambangi sanggar pemberdayaan kemasyarakatan yang mampu mengangkat harkat kemanusiaan di kawasan padat kota, melihat peninggalan-peninggalan ketokohan masa lalu yang masih dihormati hingga kini serta mengunjungi bangunan-bangunan ibadah bersejarah berusia tua di Jatinegara Barat.

1. Penasaran ingin menjadi bagian dari penyelamat kuliner berbagai daerah yang berarti ikut melestarikan kelangsungan budaya bangsa?
2. Penasaran ingin menjadi saksi, pembelajar dan penerima inspirasi dari para survivors dan motivator masyarakat padat perkotaan?
3. Penasaran ingin menyaksikan dan mengunjungi rumah-rumah ibadah berusia tua yang bersanding dengan kawasan perekonomian masa lalu?

Yuk kita bergabung dalam tur spesial ini dan jadilah penyelamat warisan kuliner rakyat , pembelajar kearifan para survivors masyarakat kawasan padat perkotaan sehingga mampu menginspirasi ketahanan masyarakat lainnya melalui tindakan nyata dan menjadi penyelamat kelangsungan bangunan-bangunan ibadah berusia tua yang bersejarah.

Hari/ Tgl : Sabtu, 11 April 2015
Waktu : 07:30 -13:00 WIB
Lokasi : Meeting point di halaman gereja bersejarah GPIB Koinonia, Jatinegara, Jakarta Timur

Susunan Acara:
07.30 – 08.30 Registrasi ulang di Gereja GPIB Koinonia, Jatinegara, Jakarta Timur
08.00 – 08.30 Kunjungan di Gereja GPIB Koinonia
08.30 – 09.00 Perjalanan menuju Sanggar Ciliwung Merdeka
09.00 – 11.00 Kunjungan ke Sanggar Ciliwung Merdeka, perjalanan inspirasi ke perkampungan Bukit Duri, menyeberangi Kali Ciliwung menggunakan getek bambu/ eretan, perjalanan inspirasi ke kawasan Kampung Pulo
11.00 – 11.10 Perjalanan menuju Gereja Santa Maria Fatima
11.10 – 11.40 Kunjungan ke Gereja Santa Maria Fatima
12.00 – 13.00 Istirahat, Makan Siang (peserta dapat memilih menu atas biaya sendiri) dan Quiz berhadiah
13.00 – selesai Acara berakhir

* Acara dapat berubah sesuai kondisi di lapangan

Registrasi HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah saja!)**, termasuk :
1. Tour Guide
2. Perizinan-perizinan
3. ID Card
4. Sinopsis
5. Snack pagi dan air minum dalam kemasan
6. Biaya transportasi darat dan penyeberangan di Kali Ciliwung

Info Lebih Lanjut :

Adjie Hadipriawan 0818 724 483/ 021 9899 2030
Putu Dinarti 0813 1400 7607

DAFTAR SEKARANG…! Peserta Terbatas untuk 30 Orang !!

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp 50.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0813 1019 1903 (Hiyashinta).
b. E-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Jelajah Jatinegara part 2 2015”
c. Kirimkan fb message ke fb grup kami dengan subjek “Jelajah Jatinegara part 2 2015”.

Pendaftaran PALING LAMBAT kami terima Rabu, 8 April 2015.

Ketentuan untuk para peserta:

– Memakai pakaian yang sopan dan tidak mengenakan celana pendek, rok pendek atau legging karena akan memasuki rumah ibadah.
– Disarankan memakai alas kaki yang nyaman untuk walking tour.
– Disarankan untuk membawa payung atau topi, handuk, sunblock dan obat-obatan pribadi.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan dan SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & Have Fun!!

Follow us on twitter @loveourheritage

Terima kasih.

“Membatik Asyik di Bogor 2015”

“Membatik Asyik di Bogor 2015”

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, kain batik telah begitu dekat dengan perjalanan hidupnya. Batik mengisi siklus kehidupan terhitung sejak ia lahir hingga menjalani fase akhir kehidupan. Budaya membatik mewarnai kehidupan bangsa kita sejak lama hingga dikenal di seluruh penjuru dunia. Bahkan tokoh dunia yang juga Bapak Bangsa Afrika Selatan, almarhum Nelson Mandela selalu mengenakan busana batik yang khusus dipesan dari Indonesia.

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Sejak tanggal 9 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan Batik Indonesia sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Komunitas pecinta seni, warisan budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah bangsa melalui tindakan nyata, Love Our Heritage (LOH) mengawali kegiatannya di tahun 2015 ini dengan mengajak sahabat-sahabat LOH mengikuti workshop “Belajar Membatik Asyik” di Rumah Batik Bogor Tradisiku, Bogor. Tak hanya medapatkan keterampilan membatik, peserta workshop juga mendapat pengantar pengetahuan tentang batik dan membatik, dan berkenalan serta bertukar pikiran dengan para peserta sesama peminat batik. Para instruktur batik dari Rumah Batik Bogor Tradisiku akan membimbing peserta workshop untuk mengaplikasikan “colet & canting tulis”. Colet yaitu teknik mewarnai langsung pada motif di dalam lembaran kain batik yang sedang dibuat sedangkan canting tulis adalah tehnik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Sangat menarik, bukan?

Yuuk, bergabung dalam workshop membatik istimewa ini agar dapat memahami kearifan budaya masa lalu guna membentuk kepribadian yang kokoh dalam mengawal budaya bangsa melalui batik.

Dengan mengikuti workshop ini berarti Anda telah berdonasi dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diselenggarakan oleh komunitas Love Our Heritage (LOH).

“Membatik Asyik di Bogor 2015”

Hari/ Tgl : Minggu, 8 Februari 2015
Waktu : 08.00 – 14.00 WIB
Lokasi : Rumah Batik Bogor Tradisiku
Jl. Jalak No. 2, Tanah Sareal kota Bogor

Meeting point : Rumah Batik Bogor Tradisiku, Jl. Jalak No. 2, Tanah Sareal kota Bogor

Susunan Acara:

08.00 – 09.00 Registrasi ulang di Rumah Batik Batik Bogor Tradisiku
09.00 – 09.15 Pembukaan acara workshop “Membatik Asyik @ Rumah Batik Bogor Tradisiku”
09.15 – 14.00 – Introduction to Batik
– Workshop Membatik Asyik @ Rumah Batik Bogor Tradisiku
– Mengunjungi gerai batik @ Rumah Batik Bogor Tradisiku

* Acara dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

Registrasi HANYA Rp 180.000,- (Seratus delapan puluh ribu rupiah saja!)*, termasuk :
1. Instruktur Batik & Tourguide
2. Pin
3. Snack pagi
4. Air minum dalam kemasan
5. Bahan-bahan membatik
6. Makan siang
7. Sertifikat

Info Lebih Lanjut :

Adjie Hadipriawan 0818724483/ 02198992030
Amel Gunawan 08128220770
Putu Dinar 081314007607
Hiyashinta Klise 081310191903

DAFTAR SEKARANG…! Peserta Terbatas untuk 20 Orang !!

Pembayaran dapat ditransfer ke :
ACCOUNT BCA : # 521 500 7780 – A/N. Amelia Devina
Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer sejumlah Rp.180.698,-

Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA, NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar, dapat melalui :
a. Kirim sms ke 0813 1400 7607 (Putu) / 0813 1019 1903 (Hiyashinta).
b. Kirim e-mail ke loveourheritage@gmail.com dengan subjek “Membatik Asyik 2015”
c. Kirim fb message ke fb grup Love Our Heritage dengan subjek “Membatik Asyik 2015”.

Pendaftaran dan konfirmasi pembayaran PALING LAMBAT kami terima pada hari Kamis, 5 Februari 2015.

Ketentuan untuk para peserta:

– Memakai pakaian yang sopan.

NB : Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan. SELURUH KEUNTUNGAN digunakan sebagai amal untuk kegiatan-kegiatan sosial, pelestarian seni, budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah yang diadakan oleh komunitas LOVE OUR HERITAGE.

Let’s check it out together & Have Fun!!

Follow us on twitter @loveourheritage

THANK YOU!